Jumat, 10 Agustus 2012

Kumpulan Mahfudzot Kelas 1



1. من سار على الدرب وصل
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia

2. من جد وجد
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia

3. من صبر ظفر
Barang siapa sabar beruntunglah ia

4. من قل صدقه قل صديقه
Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya

5. جالس أهل الصدف والوفاء
Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji

6. مودة الصديق تظهر وقت الضيق
Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan

7. ومااللذة إلا بعد التعب
Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan

8. الصبر يعين على كل عمل
Kesabaran itu menolong segala pekerjaan

9. جرب ولاحظ تكن عارفا
Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu

10. اطلب العلم من المهد إلى اللحد
Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur

11. بيضة اليوم خير من دجاجة الغد
Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari

12. الوقت أثمن من الذهب
Waktu itu lebih mahal daripada emas

13. العقل السليم في الجسم السليم
Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat

14. خير جليس في الزمان كتاب
Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku

15. من يزرع يحصد
Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam)

16. خير الأصحاب من يدلك على الخير
Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan

17. لولا العلم لكان الناس كالبهائم
Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang

18. العلم في الصغر كالنقش على الحجر
Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu

19. لن ترجع الأيام التي مضت
Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu

20. تعلمن صغيرا واعمل له كبيرا
Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar

21. العلم بلا عمل كالشجر بلا ثمر
Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah

22. الاتحاد أساس النجاح
Bersatu adalah pangkal keberhasilan

23. لا تحتقر مسكينا وكن له معينا
Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya

24. الشرف بالأدب لا بالنسب
Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan

25. سلامة الإنسان في حفظ اللسان
Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya)

26. آداب المرء خير من ذهبه
Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya

27. سوء الخلق يعدي
Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular

28. آفة العلم النسيان
Bencana ilmu itu adalah lupa

29. إذا صدق العزم وضح السبيل
Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya

30. لا تحتقر من دونك فلكل شيئ مزية
Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan

31. أصلح نفسك يصلح لك الناس
Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu

32. فكر قبل أن تعزم
Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan)

33. من عرف بعد السفر استعد
Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia

34. من حفر حفرة وقع فيها
Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya

35. عدو عاقل خير من صديق جاهل
Musuh yang pandai, lebih baik daripada

36. من كثر إحسانه كثر إخوانه
Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya

37. اجهد ولا تكسل ولا تك غافلا فندامة العقبى لمن يتكاسل
Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas

38. لا تؤخر عملك إلى الغد ما تقدر أن تعمله اليوم
Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini

39. اترك الشر يتركك
Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu

40. خير الناس أحسنهم خلقا وأنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia

41. في التأني السلامة وفي العجلة الندامة
Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan

42. ثمرة التفريط الندامة وثمرة الحزم السلامة
Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan

43. الرفق بالضعيف من خلق الشريف
Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat)

44. فجزاء سيئة سيئة مثلها
Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya

45. ترك الجواب على الجاهل جواب
Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya

46. من عذب لسانه كثر إخوانه
Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya

47. إذا تم العقل قل الكلام
Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya

48. من طلب أخا بلا عيب بقي بلا أخ
Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman

49. قل الحق ولو كان مرا
Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit

50. خير مالك ما نفعك
Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu

51. خير الأمور أوساطها
Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja)

52. لكل مقام مقال ولكل مقال مقام
Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat

53. إذا لم تستحي فاصنع ما شئت
Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki)

54. ليس العيب لمن كان فقيرا بل العيب لمن كان بخيلا
Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir

55. ليس اليتيم الذي قد مات والده بل اليتيم يتيم العلم والحسب
Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti

56. لكل عمل ثواب ولكل كلام جواب
Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya

57. وعامل الناس بما تحب منه دائما
Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya

58. هلك امرؤ لم يعرف قدره
Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri

59. رأس الذنوب الكذب
Pokok dosa itu, adalah kebohongan

60. من ظلم ظلم
Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya

61. ليس الجمال بأثواب تزيننا إن الجمال جمال العلم والأدب
Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan

62. لا تكن رطبا فتعصر ولا يابسا فتكسر
Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan

63. من أعانك على الشر ظلمك
Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu

64. إخي لن تنال العلم إلا بستة سأنبيك عن تفصيلها ببيان: ذكاء وحرص واجتهاد ودرهم وصحبة أستاذ وطول زمان
Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
- Kecerdasan
- Kethoma’an (terhadap ilmu)
- Kesungguhan
- Harta benda (bekal)
- Mempergauli guru
- Waktu yang panjang

65. العمل يجعل الصعب سهلا
Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah

66. من تأنى نال ما تمنى
Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan

67. اطلب العلم ولو بالصين
Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina

68. النظافة من الإيمان
Kebersihan itu sebagian dari iman

69. إذا كبر المطلوب قل المساعد
Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya

70. لا خير في لذة تعقب ندما
Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan

71. تنظيم العمل يوفر نصف الوقت
Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu

72. رب أخ لم تلده والدة
Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu

73. داووا الغضب بالصمت
Obatilah kemarahan itu dengan diam

74. الكلام ينفذ مالا تنفذه الإبر
Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum

75. ليس كل ما يلمع ذهبا
Bukan setiap yang mengkilat itu emas

76. يسرة المرء تنبئ عن سريرته
Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya

77. قيمة المرء بقدر ما يحسنه
Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya

78. صديقك من أبكاك لا من أضحكك
Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa

79. عثرة القدم أسلم من عثرة اللسان
Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah

80. خير الكلام ما قل ودل
Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas

81. كل شيئ إذا كثر رخص إلا الأدب
Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti

82. أول الغضب جنون وآخره ندم
Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan

83. العبد يضرب بالعصا والحر نكفيه بالإشارة
Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat

84. انظر ما قال ولا تنظر من قال
Perhatikanlah apa-apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah meperhatikan siapa yang mengatakan

85. الحسود لا يسود
Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia

86. الأعمال بخواعمها
Tiap-tiap pekerjaan itu dengan penyelesaiannya

Kurma untuk Si Ulat Buta





Satu ketika, seorang pemuda tengah duduk dibawah sebuah pohon kurma. Ia bersandar dibatangnya. Dan ketika itu ia melihat seekor burung terbang di dekatnya dengan membawa satu buah kurma ke pohon lain yang nampaknya kering dan tidak berbuah. Burung itu mengulangi perbuatannya berkali-kali. Mengambil kurma dari satu pohon dan kemudian terbang ke pohon yang telah kering itu.


pemuda itupun penasaran dengan apa yang dilakukan oleh burung tersebut. Untuk mengobati rasa penasarannya, ia mendekati dan memanjat pohon kering yang dihinggapi oleh burung tersebut. Dan ketika itu ia sangat terperanjak, karena, ternyata ia melihat seekor ulat yang buta dipelepah pohon kurma yang tidak berbuah itu. Ulat itu tengah membuka mulutnya, dan burung itulah yang memberikan makan kedalam mulut ulat yang buta itu. 

Dan begitulah kebesaran Allah Swt yang tidak pernah melupakan satu makhluk-Nya dalam memberikannya rezkinya.
“wamaa min daabhatin fil ardi illa ‘ala Allah rizquha”

*Diterjemahkan dari buku:
 Qhosos As-Sholihin- Musthofa Murod.
Bottom of Form

Kamis, 09 Agustus 2012

Kisah Bani Israil dan 1000 Dinar



Ketika seseorang diberi amanah dan ia dapat menjaga amanah tersebut, maka Allah Swt akan membalasnya dengan sebaik-baiknya balasan. Baik selama ia hidup di dunia atau kelak di akhirat nanti. Karena sungguh luar biasa orang yang bisa menjaga hawa nafsunya untuk bisa menjaga amanah tersebut.

Sebuah cerita pernah diriwayatkan oleh Abu Hurairoh Radhiallahu ‘Anhu tentang sebuah kepercayaan dan amanah. Fenomena ini terjadi di zaman Rasulllah Shalallahu Alaihi Wasalam. Ketika itu salah seorang dari Bani Isroil sedang mendapatkan ujian dari Allah Swt. Yang mana saat itu keadaan ekonominya sangat pailit dan ia sangat membutuhkan uang untuk mencukupi urusannya. Akhirnya datanglah ia kepada temannya sesama Bani Isroil yang selama ini telah ia kenal baik. Lalu ia mengutarakan kedatangannya dan menceritakan keadaan yang sedang di deranya kepada temannya tersebut, dengan harapan agar temannnya bersedia untuk meminjamkannya uang sebesar 1000 Dinar. 

Setelah seorang Bani Israil tersebut mengutarakan maksud kedatangannya, akhirnya temannya yang baik hati itu merasa iba dengan persoalan yang menimpa teman baiknya itu.

“Baiklah aku akan meminjamkan kepadamu sesuai yang engkau pinta”
Seseorang yang meminjam uang itupun merasa sangat senang karena temannya mau memberikannya pinjaman uang tersebut. 

“Kalau begitu datangkanlah kepadaku beberapa orang saksi agar dapat menyaksikan perhutang ini dan menjadi saksi kelak kalau terjadi sesuatu di antara kita”. Pinta teman yang memberi hutang kepada temannya yang di beri pinjaman uang.

“Cukupah Allah SWT yang menyaksikan dan menjadi saksi atas perhutangan ini”. Jawab Bani Israil yang meminjam uang.

“Baiklah kalau begitu, sekarang berikanlah aku sesuatu untuk menjadi jaminan bagi uangku ini, agar kelak aku benar-benar akan mandapatkanya kembali”. Pinta kembali Bani Isroil yang meninjamkan uang.

“Cukuplah Allah SWT yang akan menjaminku”.  Jawab seseorang yang meninjam uang tersebut dengan tegas.

“Engkau benar, baiklah aku percaya kepadamu dan percaya bahwa Allah SWT lah yang akan menjadi saksi dan jaminan bagi semua hutangmu ini”
          
          Setelah sedikit berbincang-bincang, akhirnya di tentukanlah waktu pengembalian uang tersebut. Ketika dalam masa peminjaman uang itu, Bani Israil yang meninjam uang tersebut pergi berlayar meninggalkan kota  dimana tempat teman yang meminjamkannya uang tinggal. Seiring waktu berjalan akhirnya hutang itu telah jatuh tempo sesuai dengan waktu yang telah mereka sepakati.  Maka seseorang yang meminjam uang tersebutpun telah mempersiapkan uang yang di kembalikan kepada temannya yang baik hati tersebut. Saat itu seseorang yang meninjam uang tersebut masih dalam masa perantauan. Oleh karena itu, Ia ingin pulang untuk mengembalikan uang tersebut. Akan tetapi setelah lama menunggu, ia tidak juga mendapatkan kapal yang akan mengantarkannya pulang. Sedangkan hari tidak lama lagi akan berganti. Saat itu ia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, karena rasanya tidak mungkin mengarungi lautan yang sangat luas ini dengan tanpa kapal.
        
          Akhirnya ketika ia sedang merenung sambil menunggu kapal yang tak kunjung datang, ia melihat sebatang kayu yang agak besar sedang terapung di laut. Akhirnya ia mengambil kayu tersebut dan melubangi bagian tengahnya, lalu ia letakan uang sebesar 1000 dinar beserta surat kepemilikannya di dalam lubang kayu tersebut, kemudian setelah meletakannya, ia tutup rapat-rapat kayu itu. Setelah semuanya selesai, ia apungkan kayu tesebut diatas lautan seraya berkata:

“ Ya Allah, Engkau adalah Yang Maha Mengetahui bahwa aku memiliki hutang kepada temanku sebesar 1000 dinar, dan hari ini hutang itu telah jatuh tempo. Ketika temanku meminta saksi untuk hutang ini, aku mengatakan cukuplah Engkau yang menjadi Saksi, dan ketika temanku meminta sebuah jaminan, aku katakana cukuplah Engkau yang menjaminku. Temanku pun menyetujui semua itu. Dan saat ini sunggu aku telah berusaha untuk mendapatkan kapal, agar aku dapat kembali kepadanya untuk memberikan hutangku. Akan tetapi aku tidak mendapatkan kapal itu, maka melalui kayu ini aku titipkan hutangku kepadaMu.
            
         Setelah itu, kayu itu terapung-apung di lautan terbawa ombak. Di saat yang sama juga, seseorang yang memberikan pinjaman tengah menunggu kapal yang singgah untuk kemudian menemui temannya yang telah meminjam uang kepadanya. Tapi, tidak satupun kapal yang dilihatnya singgah, ia hanya melihat sebatang kayu di tepian pantai, lalu ia mengambil kayu tersebut untuk diberikan kepada istrinya, agar bisa dijadikan sebagai kayu bakar. Kayu itu ia kampak hingga terbelah menjadi dua sisi, dan ketika itulah uang sebesar 1000 Dirham itu berserakan  beserta sepucuk surat untuknya.
            
         Selang beberapa hari, setelah lama menunggu, akhirnya kapal yang ia nantikan datang. Pulanglah ia ke kampung halamannya untuk kemudian menemui temannya dan mengembalikan uang 1000 Dirhamnya. Setibanya ia dirumah temannya ia meminta maaf kepada temannya, karena ia benar-benar baru mendapatkan kapal untuk pulang.

“Demi Allah, aku benar-benar tidak mendapatkan kapal untuk kembali kesini, dan maafkan aku atas ketelambatanku untuk mengembalikan uangmu”. Seraya berkata, ia memberikan uang 1000 Dirham kepada temannya.

“Bukankah engkau telah mengembalikannya kepadaku?”. Tanya seseorang yang meminjamkan uang tersebut.

“Demi Allah tidak ada satupun kapal yang belayar sebelum kapalku. Bagaimana mungkin aku mengmbalikan uangmu?”

“Kau telah menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa, maka Allah Swt  yang telah menyampaikan titiapanmu kepadaku melalui kayu ini, maka bawalah kembalil uang 1000 Dirhammu ini dengan keberuntungan”

Demikianlah akhirnya Bani Israil tersebut mendapatkan kembali uangnya sebesar 1000 Dirham. Dan itu semua adalah buah dari amanah yang di pegangnya dan mempercayakan semuanya kepada Yang Maha Kuasa.

Berwal dari senyum


Wanita muda itu tersenyum padanya
Pria yang sedang murung itu menjadi senang

Senyum itu mengingatkannya pada seorang  teman lama
Dan ia pun menulis surat kepadanya

Sang teman merasa senang membaca surat itu
Dan setelah makan siang ia memberi  tip

Sang pelayan terkejut dengan jumlah pemberian itu
Ia pun berbagi dengan seorang pengemis

Pengemis merasa sangat senang
Setelah dua hari tak memjumpai sesuap nasi

Di jalan, dipungutnya seekor kucing yang menggigil
Diselimuti dengan mantelnya dan diberi makan

Kucing itu pun senang
Selamat dari ganasnya badai

Tengah malam…
Rumah tempat mereka berteduh terbakar
Sang kucing mengeong ketakutan

Seisi rumah bangun karena berisik
Dan selamatlah semua dari petaka

Salah satu dari mereka adalah seorang bocah yang cerdas
Ia menjadi dewasa dan kelak menjadi presiden
 
Semuanya berawal dari sebuah senyum sederhana
Yang  tak berharga satu sen pun

*Tafakur, M. agung wibowo